Pemilu di Selandia Baru Jadwal Pemilu 2014 Jadwal Sosialisasi Pemilu Tahapan Pemilu Panitia Pemilu Selandia Baru
Cara Pencobolosan yang Sah Pemungutan Suara lewat Pos Pemungutan Suara di TPS
Per KPU No 20/2014 - Pemungutan Suara LN Pilpres Per KPU No 9/2014 - Penyusunan DPLN Pilpres Per KPU No 28/2013 - Pemungutan Suara LN Per KPU No 04/2013 - Tata Kerja PPLN Per KPU No 07/2013 - Tahapan Pemilu Per KPU No 10/2013 - Penyusunan DPLN Per KPU No 12/2013 - Perubahan no 04 thn 2013
Daftar Caleg Tetap (DCT) DCT DKI Jakarta II Profile lengkap DCT
Visi, Misi dan Program Website Profil Prabowo Profil Hatta
Visi, Misi dan Program Website Profil Jokowi Profil JK
Pemutakhiran Data Pemilih Daftar Pemilih Tetap Rekap Proses Pemutakhiran Data
Komisi Pemilihan Umum KBRI Wellington Diaspora Memilih Pemilu di Belanda Pemilu di Australia Pemilu di Malaysia
KTP & Paspor bisa digunakan

Simulasi Perolehan Kursi Partai dan Caleg Terpilih

Cetak   Email ke teman   Share
Sebagai referensi mohon dibaca UUNo. 10 no 28 tentang Pemilu >>>

1. Parliament Threshold (PT)
Partai yang lolos ke Senayan adalah partai yang memperoleh minimal 2.5% dari jumlah suara nasional yang sah. (Pasal 202)


2. Bilangan Pembagi Pemilih (BPP)
Bilangan Pembagi Pemilih adalah Jumlah Suara Kursi dibagi dengan Jumlah Kursi untuk daerah pemilihan DKI Jakarta-II, yaitu 7 kursi. (Pasal 203 ayat 3)
Jumlah Suara Kursi adalah Jumlah suara sah Partai yang Lolos Senayan (PT) dikurangi Jumlah suara sah Partai yang Tidak Lolos Senayan (Out). (Pasal 203 ayat 2)


3. Jumlah Kursi Partai
Setelah ditetapkan angka BPP DPR dilakukan penghitungan perolehan kursi tahap pertama dengan membagi jumlah suara sah yang diperoleh suatu Partai Politik Peserta Pemilu di suatu daerah pemilihan dengan BPP. (Pasal 205 ayat 3)
Dalam hal masih terdapat sisa kursi dilakukan penghitungan perolehan kursi tahap kedua dengan cara membagikan jumlah sisa kursi yang belum terbagi kepada Partai Politik Peserta Pemilu yang memperoleh suara sekurang-kurangnya 50% (lima puluh perseratus) dari BPP DPR. (Pasal 205 ayat 3)


4. Calon Legislatif Terpilih
Caleg yang terpilih adalah Caleg yang meraih 30% atau lebih dari BPP dan yang memiliki suara terbanyak. (Pasal 214 dan Keputusan MK tanggal 23 Desember 2008)